thumbnail

On 06.59 with No comments


Saat berceramah di Masjid Baiturrahmah Denpasar, Bali, Ustadz Abdul Somad Lc MA mengisahkan  pengalaman langka yang dialami oleh salah satu imam masjid di Palestina saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau.


Sang imam menuturkan, selama puluhan tahun hafal hadits, baru kali ini melihat buktinya ada di umat Islam Indonesia.

"Apa kesan Engkau selama berada di Indonesia?" tanya Ustadz Abdul Somad kepada Imam Palestina saat berkunjung ke Pekanbaru, Riau.

Sang imam mengaku sangat terkesan dan melihat banyak bukti tentang satu hadits Nabi yang masyhur pada kepribadian umat Islam Indonesia.

Seperti yang dikutip dari tarbawia.net, "Saya sudah lama tahu tentang hadits sedekah senyum." terang Ustadz Somad menirukan jawaban Imam Palestina.

Hadits yang dimaksud oleh Imam Palestina ialah: Tabassumika fi wajhii akhika shodaqoh (Senyummu ke wajah saudaramu adalah sedekah).


Imam Palestina ini mengaku, baru kali ini melihat banyaknya senyum yang diperlihatkan umat Islam Indonesia.


"Tapi saya baru tahu, bagaimana senyum paling banyak (ada) di Indonesia. Dan ternyata orang Indonesia paling suka senyum." lanjut Ustadz Somad menirukan jawaban Imam Palestina, lalu disambut gemuruh takbir dari jamaah pengajian di Masjid Baiturrahmah Denpasar, Bali.







bacasumber
thumbnail

On 18.31 with No comments

7 Tata Cara Bersetubuh dan Posisi Seks Menurut Islam, Nomor 4 Jarang Dilakukan
Dalam Islam segala aspek kehidupan manusia dalam kehidupan sehari hari sudah diatur dengan baik dan komplit.
Salah satunya yang diatur oleh Islam yakni tata cara atau adab berhubungan intim. Hal ini dilakukan supaya saat melakukan hubungan suami istri sesuai dengan apa yang disyariatkan oleh agama.
Sehingga tak menyimpang, dengan tuntunan alquran dan sunnah. Diantara adab-adab cara bersetubuh dalam islam adalah sebagai berikut :
1. Senggama Harus Pakai Penutup
Seperti dijelaskan oleh Syaikh penadzam, bahwa sebagian adab senggama yaitu suami hendaknya menyuruh istrinya untuk melepas semua pakaiannya ada baiknya kalau suami yg melepaskan pakaian istrinya.kemudian suami dan istrinya bersenggama dalam satu selimut , akan tetapi , bukan berarti senggama yg di lakukan itu tanpa penutup sama sekali.
Karena ada hadist menyatakan.
ilustrasi foto
ilustrasi foto ()
“ Apabila kalian melakukan senggama dengan istrinya , maka jangan telanjang seperti telanjangnya himar “ 
2. Memperindah Diri
Sebelum bermalam pertama, sangat disukai untuk memperindah diri masing-masing dengan berhias, memakai wewangian, serta bersiwak.
Berdasarkan sebuah hadits dari Asma’ binti Yasid radhiyallaahu ‘anha ia menuturkan, “Aku merias Aisyah untuk Rasulullah shallallahu a’laihi wasallam.
Setelah selesai, aku pun memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Beliau pun duduk di sisi Aisyah.
pasangan
pasangan ()
Kemudian diberikan kepada beliau segelas susu. Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam meminum susu tersebut dan menyerahkannya pada Aisyah.
Aisyah menundukkan kepalanya karena malu.
Maka segeralah aku menyuruhnya untuk mengambil gelas tersebut dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” [HR Ahmad, sanad hadits ini dikuatkan oleh Al-Allamah Al-Muhadits Al-Albani dalam Adabul Zifaf].
Adapun disunnahkannya bersiwak, karena adab yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau selalu bersiwak setiap setiap hendak masuk rumah sebagaimana disebutkan oleh Aisyah radhiyallaahu ‘anha dalam Shahih Muslim.
Selain itu akan sangat baik pula jika disertai dengan mempercantik kamar pengantin sehingga menjadi sempurnalah sebab-sebab yang memunculkan kecintaan dan suasana romantis pada saat itu.
3. Meletekkan Tangan Ubun ubun Istri
Hendaknya suami meletakkan tangannya pada ubun-ubun istrinya seraya mendoakan kebaikan dengan doa yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ajarkan
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya (istri) dan kebaikan tabiatnya, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan tabiatnya.”[HR. Bukhari dari sahabat Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallaahu 'anhu].
ilustrasi foto
ilustrasi foto ()
4. Salat Sunat Dua Rakaat
Disunnahkan bagi keduanya untuk melakukan shalat dua rakaat bersama-sama.
Syaikh Al Albani dalam Adabuz Zifaf menyebutkan dua atsar yang salah satunya diriwayatkan oleh Abu Bakr Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf dari sahabat Abu Sa’id, bekat budak sahabat Abu Usaid, beliau mengisahkan bahwa semasa masih menjadi budak ia pernah melangsungkan pernikahan.
Ia mengundang beberapa sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzarr, dan Hudzaifah.
ilustrasi foto
ilustrasi foto ()
Abu Sa’id mengatakan, “Mereka pun membimbingku, mengatakan, ‘Apabila istrimu masuk menemuimu maka shalatlah dua rakaat. Mintalah perlindungan kepada Allah dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekan istrimu. Setelah itu urusannya terserah engkau dan istrimu. “Dalam riwayat Atsar yang lain Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu mengatakan, perintahkan isrtimu shalat dibelakangmu.”
5. Jangan Terburu Buru
Apabila seorang suami ingin menggauli istrinya, janganlah ia terburu-buru sampai keadaan istrinya benar-benar siap, baik secara fisik, maupun secara psikis, yaitu istri sudah sepenuhnya menerima keberadaan suami sebagai bagian dari dirinya, bukan orang lain.
Begitu pula ketika suami telah menyelesaikan hajatnya, jangan pula dirinya terburu-buru meninggalkan istrinya sampai terpenuhi hajat istrinya.
ilustrasi foto
ilustrasi foto ()
Artinya, seorang suami harus memperhatikan keadaan, perasaan, dan keinginan istri.
Kebahagian yang hendak ia raih, ia upayakan pula bisa dirasakan oleh istrinya.
6. Diharamkan Melalui Dubur
Ingat, diharamkan melalui dubur.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Barang siapa yang menggauli istrinya ketika sedang haid atau melalui duburnya, maka ia telah kufur dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” [HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud].
Kata ‘kufur’ dalam hadits ini menunjukkan betapa besarnya dosa orang yang melakukan hal ini.
Meskipun, kata para ulama, ‘kufur’ yang dimaksud dalam hadits ini adalah kufur kecil yang belum mengeluarkan pelakunya dari Islam.
7 Tidak Boleh menyebarkan Rahasia Ranjang
Tidak boleh menyebarkan rahasia ranjang.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya diantara manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang mendatangi istrinya dan istrinya memberikan kepuasan kepadanya, kemudian ia menyebarkan rahasianya.” [HR. Muslim dari sahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallaahu 'anhu]
Ilustrasi foto
Ilustrasi foto ()
.Kesempurnaan syariat Islam ini menunjukkan betapa besarnya perhatian Allah terhadap hamba-Nya melebihi perhatian hamba terhadap dirinya sendiri. Oleh karenanya, hendaklah setiap hamba tetap berada di atas fitrah tersebut di atas agama allah agar dirinya selalu berada di atas jalan yang lurus, “(Tetaplah di atas fitrah) yang Allahtelah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” [QS. Ar Rum: 30]. Allahu a’lam



thumbnail

On 18.02 with No comments

Di Yerusalem, Umat Muslim, Kristen dan Yahudi Bersatu Menentang Israel. Begini Pergerakan Mereka
Kehidupan di kota Yerusalem, yang diakui Presiden AS Donald Trump sebagai ibu kota Israel, "sangat berat" namun umat Islam dan Kristen Palestina bersatu menentang pendudukan.
Abeer Zayaad, seorang arkeolog yang bekerja di museum Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, mengatakan, di tengah sulitnya hidup di kota kelahirannya ini, warga Palestina tetap bersatu sebagai keluarga besar meski berbeda agama.
"Tak masalah apa agama kami, Protestan, Muslim, Katolik dan juga Yahudi, kami tetap satu ... orang Palestina, kami menghadapi masalah yang sama yaitu pendudukan Israel ... kami keluarga besar, kami ke sekolah bersama, kami hidup bersama," kata Abeer yang tinggal di Yerusalem Timur.
Aktifitas sehari-hari yang Abeer katakan sudah berat "bertambah parah" menyusul keputusan Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kotaIsrael yang memicu kerusuhan selama beberapa hari.
"Kalau ada orang yang datang dan bisa bertanya kepada setiap orang Palestina, mereka akan mendengar cerita mengerikan tentang kehidupan kami. Setiap tahun bertambah parah, bertambah tekanan terhadap kami agar kami angkat kaki dari Yerusalem," kata Abeer kepada wartawan BBC.
Menyusul pernyataan Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan warga Palestina harus "menerima" bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel agar dapat melangkah ke arah perdamaian.
Nentanyahu mengatakan Yerusalem telah menjadi ibu kota Israel selama 3.000 tahun dan "tak pernah menjadi ibu kota orang lain".
Ia juga menyatakan harapan bahwa Uni Eropa akan mengikuti langkah Trump.
Tetapi kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Federica Mogherini mengatakan Uni Eropa tetap "bersatu" untuk mendukung Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan negara Palestina dan tak akan mengakui apa pun sampai ada perjanjian damai final.
Seorang pemuda Palestina beragama Kristen, Jonathan Abu Ali (21) seperti dikutip ABC mengatakan, hal senada dengan Abeer.
Dia mengatakan, Yerusalem adalah milik warga Palestina apa pun agamanya.
"Tanah ini milik kami, sebagai orang Kristen, Yahudi dan Muslim. Orang luar tak boleh ikut campur urusan kami. Kami telah tinggal di sini selama berabad-abad sebagai saudara dan pemerintah menciptakan masalah," kata Jonathan.
"Masalah telah dimulai, dan saya rasa akan ada lagi lebih banyak kekerasan di seluruh negara," kata Jonathan yang bekerja di restoran di daerah kota tua.
Abeer Zayaad dan suaminya.
Abeer Zayaad dan suaminya. (Abeer Zayaad/BBC)
 Aktivitas Abeer, ibu empat putri ini selain bekerja di museum Masjid Al-Aqsa, juga memimpin organisasi perempuan Palestina. 
"Berat kondisinya, berbeda dari satu hari ke hari lain tergantung situasi politik, tergantung apakah ada yang menghancurkan rumah atau menahan orang, setiap hari berbeda," tambahnya.
Sebelum pernyataan Trump sekalipun, kehidupan di Yerusalem, cerita Abeer sudah sulit dan penuh ketidakpastian.
"Sangat berat (kehidupan di sini), berlaku sistem apartheid, kami bisa dibunuh, diculik, diserang dan polisi merupakan bagian dari ini, mereka tidak mencoba membantu atau mencegah. Mereka bagian dari penyerangan. Mereka bisa menciduk Anda dari rumah Anda. Hidup kami seperti ini," tambahnya.
Setiap hari Abeer meninggalkan rumah pukul tujuh pagi dan mengantarkan empat putrinya ke sekolah yang hanya berjarak dua kilometer dari kediamannya.
Perjalanan mengantar anak ke sekolah hanya memakan waktu lima menit pada situasi normal, namun kondisi tak pernah bisa diprediksi.
"Mereka menutup jalan dan akibatnya pernah sampai kami tak boleh keluar rumah. Ada hari saat ada orang yang diserang, anak muda digeledah dan disuruh membuka baju, dipermalukan, diberhentikan di pos pemeriksaan, dan menunggu tanpa alasan jelas," kata Abeer.
"Pernah kami menunggu di pos pemeriksaan karena seorang tentara perempuan sedang membersihkan kuku dan kami harus menunggu sampai kuteksnya kering."
"Setiap saat harus ada rencana lain, kami juga melatih anak-anak supaya bisa melindungi diri."
Seorang wartawan The New York Times David Halbfinger yang menyusuri Yerusalem mengutip seorang warga Tomer Aser (35).
"Kami semua percaya ada sesuatu yang suci di kota ini, namun terlalu sulit," kata Aser.
"Rasanya seperti tinggal di penjara di sini. Orang sangat tegang. Dan rasanya terpisah. Anda harus tinggal dengan komunitas Israel atau komunitas Arab," katanya.
Seorang polisi Israel yang menunggang kuda membuat sejumlah perempuan Palestina ketakutan.
Seorang polisi Israel yang menunggang kuda membuat sejumlah perempuan Palestina ketakutan. (Salaamedia/BBC)
Halbfinger juga menulis, "Di satu jalan kecil menuju daerah Muslim, tiba-tiba muncul keributan. Pemukim Yahudi dari atap melempar telur ke arah warga Arab (Palestina) di bawah." 
"Tiba-tiba terjadi saling injak. Tiga polisi perbatasan Israel dengan helm anti huru-hara lari mengejar seseorang. Tak lama kemudian pengejaran berakhir. Saat polisi selesai mengejar, seorang perempuan berteriak dalam bahasa Arab dan polisi menjawab makian."
Abeer Zayaab sendiri pernah ditahan setelah sebelumnya dipukul, dilepas jilbabnya dan dijambak pada 2014.
Tanpa ada alasan, saat ia tengah berjalan, tentara memukul leher dan kaki Abeer lalu menarik jilbabnya.
"Mereka menuduh saya menyerang tentara padahal saya tak berbuat apa pun dan saya sedang berjalan saat mereka menyerang saya. Mereka pukul leher dan kaki saya sampai terjatuh, dan tentara perempuan menyeret saya... saya dipukul dan ditendang dan diseret di jalan dan di tangga. Jilbab saya dilepas dan saya dijambak," cerita Abeer.
"Saya mengatakan silakan lihat rekaman kamera yang dipasang di jalan, namun mereka mengatakan kamera rusak," tambahnya.
BBC Indonesia menyaksikan video Abeer di YouTube dan terlihat polisi menjambak rambutnya dan menariknya ke kantor polisi.
Setelah muncul tekanan, kamera yang dipasang pemerintah Israel di jalan-jalan akhirnya dikeluarkan dan Abeer terbukti tak melakukan apa-apa dan dibebaskan.
"Perempuan lain tak seberuntung saya karena ada yang merekam insiden itu. Sebagian dipenjara antara tujuh sampai delapan tahun. Kalau tak ada yang menolong saya, saya akan dipenjara selama itu tanpa melakukan apapun," ujar Abeer.
Abeer mengatakan ia sebelumnya masih berharap bahwa anak-anaknya akan menikmati hidup jauh lebih baik dibanding kehidupan yang dia rasakan sekarang.
"Keputusan Trump "menghacurkan mimpi raktyat Palestina untuk memiliki negara setelah bertahun-tahun pendudukan dan ketidakadilan," tambah Abeer.
"Sebagian orang sangat frustrasi, apa jadinya kalau kami sudah tak punya harapan lagi?" tanyanya.


thumbnail

On 19.39 with No comments

Jelang 1 Muharram, Inilah Doa yang Dibaca Rasulullah SAW
Apakah doa akhir tahun dan awal tahun baru hijriyah? Menurut kalender, Tahun Baru Hijriah tahun ini akan jatuh pada Kamis (21/9/2017).
Doa Akhir Tahun
Ada baiknya kita mengakhiri tahun ini dengan memanjatkan doa dan minta pengampunan.
Seperti dilansir laman NU.or.id, berikut ini doa yang dibaca Rasulullah SAW pada akhir tahun.
,
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik.
Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Terjemahannya berikut ini.
Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu.
Karenanya aku memohon ampun kepada-Mu.
Ampunilah aku.
Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu.
Janganlah pupuskan harapanku.
Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.
Doa yang dibaca sebanyak 3 kali ini diharapkan menjadi akhir tahun yang baik.
Semoga Allah menerima doa yang kita baca di akhir Dzulhijjah tahun ini.
Doa Awal Tahun
Dikutip dari Konsultasisyariah.com, pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr, kaum muslimin belum mengenal pergantian tahun hijriyah.
Sehingga ketika itu, tidak ada istilah tahun baru hijriyah.
Mereka menggunakan kalender qamariyah sebagai acuan kegiatan dan pencatatan sejarah.
Mengikuti kalender yang sudah digunakan oleh masyarakat arab sejak sebelum Islam.
Hanya saja, di zaman mereka belum ada angka tahun dan acuan tahun.
Hingga akhirnya di zaman Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu,tepatnya pada tahun ketiga beliau menjabat sebagai khalifah, beliau mendapat sepucuk surat dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, yang saat itu menjabat sebagai gubernur untuk daerah Bashrah.
Dalam surat itu, Abu Musa mengatakan, “Telah datang kepada kami beberapa surat dari amirul mukminin, sementara kami tidak tahu kapan kami harus menindaklanjutinya. Kami telah mempelajari satu surat yang ditulis pada bulan Sya’ban. Kami tidak tahu, surat itu Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”
Kemudian Umar mengumpulkan para sahabat di Madinah, dan beliau meminta, “Tetapkan tahun untuk masyarakat, yang bisa mereka jadikan acuan.”
Ada yang usul, kita gunakan acuan tahun bangsa Romawi.
Namun usulan ini dibantah, karena tahun Romawi sudah terlalu tua.
Perhitungan tahun Romawi sudah dibuat sejak zaman Dzul Qornain. (Mahdhu ash-Shawab, 1/316, dinukil dari Fashlul Khithab fi Sirati Ibnul Khatthab, Dr. Ali Muhammad ash-Shalabi, 1/150)
Kemudian disebutkan oleh al-Hakim dalam al-Mustadrak, dari Said bin al-Musayib, beliau menceritakan:
Umar bin Khattab mengumpulkan kaum muhajirin dan anshar radhiyallahu ‘anhum, beliau bertanya, “Mulai kapan kita menulis tahun.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengusulkan: “Kita tetapkan sejak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah, meninggalkan negeri syirik.” Maksud Ali adalah ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah. Kemudian Umar menetapkan tahun peristiwa terjadinya Hijrah itu sebagai tahun pertama Hijriyah. (al-Mustadrak 4287 dan dishahihkan oleh adz-Dzahabi).
Dengan memahami latar belakang di atas, ada kesimpulan yang bisa kita berikan garis tebal:
1.Bahwa pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr tidak dikenal tahun baru hijriyah,
2. Alasan Umar menetapkan acuan tahun hijriyah adalah untuk menandai setiap peristiwa dan menertibkan kegiatan korespondensi dengan wilayah lain.
Atau dengan bahasa sederhana, latar belakang penetapan tahun hijriyah di zaman Umar, lebih terkait pada kepentingan administrasi dan tidak ada hubungannya dengan ibadah.
3. Segala bentuk ritual ibadah, baik shalat di malam pergantian tahun atau doa tahun baru, atau puasa akhir tahun, dan seterusnya, sama sekali tidak pernah dikenal di zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabat,
4. Ketika Umar menetapkan tanggal 1 Muharram sebagai hari pergantian tahun, beliau tidak memerintahkan masyarakat untuk memeriahkan hari itu sebagai hari istimewa.
Karena itulah, para ulama sejak masa silam, mereka tidak pernah menganjurkan adanya ibadah khusus, apapun bentuknya, di tahun baru hijriyah.
Bahkan para ulama mengingkarinya.
Sementara doa yang tersebar di masyarakat, yang bunyinya, "Ya Allah, tampakkan bulan itu kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam…dst."
Doa ini shahih, diriwayatkan Ahmad, Turmudzi dan yang lainnya, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth.
Hanya saja, doa ini bukan doa awal tahun, namun doa awal bulan.
Dianjurkan untuk dibaca setiap awal  bulan qamariyah.
Mengkhususkan doa ini hanya ketika tahun baru hijriyah, termasuk menyalahi fungsi dari doa tersebut.
Sementara itu, dikutip dari Mysumber.com, di kalangan masyarakat Malaysia, doa ini paling sering dibaca.
1



thumbnail

On 12.51 with No comments



Ustadz Yusuf Mansur diserbu warganet. Itu karena unggahan video sang ustadz. Lebih dari 300 ribu warganet, sudah melihat video tersebut.

Apa yang diposting ustadz Yusuf Manzur, bukan sebuah kabar gembira. Sang ustadz mengunggah video sholat berjamah di sebuah masjid di kawasan Jakarta Barat. Video tersebut memperlihatkan salah satu dari jamaah dalam sholat tersebut, nggak bangkit setelah melakukan sujud.

Jamaah yang nggak bangkit dari sujudnya itu, yang menggunakan pakaian berwarna biru. Dalam video tersebut, ustadz Yusuf Mansur memberikan caption ini.
"Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un.
Malam ini di masjid ittihaad tebet. Meninggal dalam keadaan sujud.
.
Tulis doanya ini di komen.

Yaa Allah, ampuni beliau, dan keluarganya, dan jadikan kehidupan dan kematian kami bs lbh baik darinya."

undefined
Postingan ustaz Yusuf Mansur, pria dalam lingkaran merah nggak bangkit lagi dari sujud...Innalillahi wa inna ilaihi raaji'un

Tak pelak, unggahan video itu juga banyak dikomentari warganet.

Seperti @yf.yeanni76 yang menuliskan,"Yaa Allah, ampuni beliau dan keluarganya dan jadikan kehidupan dan kematian kami bisa lebih baik darinya. Aamiin Allahumma Aamiin."

Lalu ada @liatrifebrianti bilang,"Innalillahi wa innailaihi raaji'un. Semoga bapak tersebut khusnul khotimah diampuni semua dosa dosanya..dilapangkan kuburnya Ditempatkan disisi Allah yg di tempat yg terbaik. Dan keluarga yg ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas.. aamiin."

Sementara itu @amero.said berkata,"Semoga beliau tergolong hamba Allah yg masuk Syurga tanpa hisab, dan semoga kita semua kaum muslimin dimatikan dalam keadaan Khusnul Khotimah, dalam keadaan beriman dan bertaqwa hanya pada Allah, aamiin..
@septianmuniri10 ucapkan,"Innalillahi wa innailaihi raaji'un.semoga amal kebaikannya diterima oleh allh swt dosanya diampuni..dan semoga tergolong hamba yg khusnul khotimah.alfatihah..amiin."

@puputvtria menuliskan,"Innalillahi wa inna ilayhi roji'un....Allohummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu birohmatika yaa alloh yaa arhamarrohimin."
Ada juga @abi_abdulbasith bilang,"Semoga kelak Allah mencabut nyawa kita saat sedang ibadah kepadaNya,bukan maksiat.Innalillahi wa inna'Ilaihi rojiuwn."


@vida_0696 ungkapkan seperti ini,"Subhanallah, semoga dengan meninggal dalam keadaan sujud beliau kembali pada-Nya dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amin."

Kemudian @mrsagam berkata,"Innalillahi wainnailaihi roji'un.. InshaAllah Khusnul khotimah, merinding liat nya ya. Semoga kita semua sll dlm Rahmat Allah Swt, ini di mesjid yg ira suka ngaji bi.. akang lg solat dibelakang nya itu. Pulang ke rumah cerita ini, Subhanallah."

Panjang lebar @reniedamayanti ucapkan,"Innalillaahi wa innaillaaihi rojiun. Semoga bapak tsb husnul khotimah. Dan semoga kelak saya, kelg saya, suami saya, anak cucu keturunan saya juga diwafatkan dalam keadaan husnul khotimaah. Aamiin. Padahal biasanya hanya di negara-negara Arab saja pernah lihat cctv seseorang meninggal dlm keadaan sholat, dan kali ini di Indonesia dan bahkan dekat sekali dgn rumah kami @wawanwansket." 





thumbnail

On 12.31 with No comments



Setiap manusia tentu ingin menjadi orang yang baik. Karena sejatinya kehidupan akan membaik ketika manusia pun juga memulai kebaikan dari dirinya sendiri terlebih dahulu. 


Kebaikan yang selalu mereka dambakan, bukanlah tak berarti. Melainkan kebaikan itulah yang akan membantu mereka meraih ridho Allah Ta'ala. Karena Allah adalah dzat Yang Maha Baik, maka Allah juga mencintai hamba yang baik. 

Dalam kitab Nashoihul Ibad, Karya Syekh Nawawi Al-Bantani yang merupakan syarah atas kitab Syekh Syihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Asqolani (Ibnu Hajar Al-Asqolani) dijelaskan, terdapat 3 kriteria seorang hamba yang dikehendaki oleh Allah untuk menjadi orang yang baik. Syekh Nawawi berkata:

1. Ketika Allah menghendaki seorang hamba untuk menjadi orang baik, maka Allah menguatkan agamanya. 

Ciri yang pertama adalah agama seorang hamba tersebut dikuatkan oleh Allah. Dikuatkanlah keimanannya. Sehingga hamba tersebut tetap teguh menapaki jalan kebaikan, meskipun godaan malang melintang. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barang siapa yang dikehendaki menjadi baik maka dikuatkanlah ia dalam perkara agama."

2. Dizuhudkanlah hamba tersebut didalam perkara dunia.

Hamba yang baik, adalah hamba yang tidak tergiur sedikitpun akan gemerlap dunia. Ia berpikir bahwa dunia hanyalah tempat singgah semata. Hanya perkara yang fana. Hamba yang baik hanya mengingat satu perkara, yaitu janji Allah akan kehidupan akhirat yang kekal adanya. Ia ingat betul akan peringatan Rasulullah tentang perkara dunia, bahwa:

"Cinta dunia adalah pokok dari segala keburukan."

3. Dan diperlihatkanlah aib-aib dalam dirinya sendiri.

Hamba yang baik tidak sibuk dengan sesuatu yang tidak berguna. Mencari-cari aib sesamanya. Membicarakan keburukan orang lain. Terlebih, merasa dirinya lebih baik dan memandang orang lain terlalu buruk. Sungguh, hal tersebut jauh dari diri seorang hamba yang baik. Hamba yang baik adalah hamba yang tidak pernah membicarakan keburukan orang lain. 

Ia oleh Allah disibukkan dengan aib-aib pribadinya. Ia disibukkan dengan berintrospeksi diri, Muhasabatun Nafsi. Mencari-cari kekurangan diri sendiri untuk kemudian ia perbaiki agar kelak ia benar-benar menjadi hamba yang baik. Hal ini senada dengan perkataan ulama ahli hikmah:

"Beruntunglah bagi orang yang disibukkan dengan aib pribadinya dari pada aib-aib manusia."

Terlepas dari itu semua, Ba'dul Hukama', sebagian ulama ahli hikmah juga menerangkan bahwa sesungguhnya manusia sudah bisa meraba-raba nasibnya apakah ia ditakdirkan manjadi orang baik atau sebaliknya yaitu dengan melihat aktifitas sehari-harinya. Apakah ia dimudahkan dalam kebaikkan ataukah tidak. Jika iya, maka ia benar-benar ditakdirkan menjadi orang baik. Karena mereka (ulama ahli hikmah) berkata:

"Tiap-tiap manusia itu dimudahkan untuk apa ia diciptakan."

Jadi, ketika seorang hamba selalu diliputi dengan kebaikan-kebaikan, maka beruntunglah manusia itu. Ia ditakdirkan menjadi orang baik.


thumbnail

On 13.35 with No comments



Sebuah foto menjadi viral dan menggemparkan publik. Seorang jamaah haji asal Mesir mengaku, ia mengambil foto di Raudhah dan kemudian terkejut karena di foto tersebut terdapat sosok tanpa wajah.

Jamaah haji yang memotret foto tersebut bahkan berani bersumpah bahwa ia telah memotret sosok tanpa wajah di Masjid Nabawi tersebut.


Sontak, foto tersebut mengundang kontroversi. Bagaimana kebenaran foto tersebut? Pertanyaan ini diajukan kepada KH Abdurrahman Navis.

“Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sehingga jika di Masjid Nabawi terjadi keanehan-keanehan, hal itu mungkin saja. Namun yang perlu ditelusuri adalah kebenaran dari orang yang menyampaikan hal itu. Apakah ia jujur dan berkata benar karena sekarang banyak foto editan,” terangnya dalam siaran di Sam FM, baru-baru ini.

“Jadi kalau ada sosok yang wajahnya tidak kelihatan, itu mungkin saja. Tetapi yang perlu kita cek, benar tidak informasi itu. Bahkan ada yang katanya itu ketika dia thawaf melihat orang yang kepalanya seperti anjing atau kepalanya seperti hewan. Itu mungkin saja. Semua itu mungkin. Tetapi yang perlu dicek, benar nggak informasi itu,” lanjutnya.

“Jadi tentang yang di media sosial itu, saya tidak bisa menjelaskan benar atau tidaknya, karena hal itu diperlukan untuk cek dan recek.”(
wajibbaca.com)