thumbnail

On 10.35 with No comments

PROSTITUSI ONLINE, Cewek Bookingan Bandung Bertarif Rp 5 Juta Layani  Thresome hingga Swingers
Dudang Sudiana (32) dan Pt (26) bukan pemain baru di dunia prostitusi online. Dua pasangan suami istri asal Bandung, Jawa Barat (Jabar) ini sudah terjun di dunia esek-esek sejak 2016 dengan tarif antara Rp 2 juta – Rp 5 juta sekali kencan.
Memanfaatkan media sosial (medsos) facebook (FB) yang dimiliki kedua pasutri, mereka mengunggah foto dan status bisa memberi layanan seks.
Mulai layanan satu pasangan, tukar pasangan (swingers) dan main kroyokan bertiga (thresoome).
“Awalnya saya pasang tarif Rp 5 juta sekali main, itu terserah jenis layanananya. Mau main satu pasangan, saling tukar pasangan atau bertiga,” tutur Sudiana di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018).
Pria beranak dua ini mengungkapkan, dirnya dan istri datang dari Bandung ke Surabaya memang dengan tujuan prostitusi.
Memanfaatkan FB, mereka berdua menjaring pria hidung belang di Kota Pahlwan ini guna berhubungan badan.
Saat di Surabaya, lanjut Sudiana, dirinya baru mendapat satu tamu hidung belang. Dari penawaran Rp 5 juta, akhirnya disepakati Rp 2 juta dan sang pria hidng belang menginginkan layanan thresoome.
“Akhirnya ditawar dan disepakati Rp 2 juta sekali kencan, dan sepakat bertemu di hotel,” aku Sudiana.
Dia mengaku, rela terjun di dunia prostitusi bersama istrinya tak semata lantaran kebutuhan uang. Dirinya mendapatkan sensasi dari jasa yang dilakukan bersama istrinya.
“Saya ingin mendapatkan sensasi dari hubungan seks lainnya,” ungkapnya.
Polisi menggelandang Dudang Sudiana, pelaku tindak pidana trafficking yang melayani seks thresome di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018).
Polisi menggelandang Dudang Sudiana, pelaku tindak pidana trafficking yang melayani seks thresome di gedung Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (20/2/2018). (SURYA/FATKHUL ALAMY)
Saat ditanya mengapa membawa anaknya, Sudana beralasan di rumah asalnya tidak ada orang.
Sehingga setiap keluar Bandung, kedua anaknya selalu diajaknya.
“Saya tidak hanya di Surabaya melakukan ini (prostitusi), di kota lain juga,” jelasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sudiana dan istrinya digerebek saat berada bersama pria hidung belang yang memesanya di sebuah hotel si Surabaya Selatan.
Selain menemukan tiga orang itu, petiugas PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya juga menjumpai dua anak dari Sudiana dan Pt di satu hotel tempat penggerebekan.



thumbnail

On 11.25 with No comments

Misteri Kamar di Rumah Fachri Albar Tempat Ditemukannya Sabu dan Dumolid, Polisi Ungkap Fakta IniTersangka kasus narkoba aktor Fachri Albar dihadirkan saat rilis kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018). Polres Metro Jakarta Selatan berhasil mengungkap kasus narkoba dengan mengamankan seorang tersangka bernama Fachri Albar serta barang bukti berupa 0,8 gram sabu, 13 tablet dumolit, 1 butir calmlet, dan alat hisap sabu.
Barang bukti narkoba ditemukan di sebuah kamar di kediaman Fachri Albar pada penggerebekan Rabu (14/2/2018) pagi .
Petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menemukan sabu seberat 0,8 gram, 13 tablet Dumolid, 1 butir camflet, dan alat hisap, ditemukan berserakan di ruangan yang terletak di lantai satu tersebut.
"Kan ada beberapa ruangan, kebetulan barang tersebut terserak di ruangan yang (lantai) bawah itu aja," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Diwhananto, di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (14/2/2018).
Polisi juga mengulik keterangan dari Asisten Rumah Tangga (ART) yang bekerja di rumah Fachri Albar.
Dari sana dikethaui kalau aktor berusia 36 tahun itu kerap keluar masuk ruangan tersebut.
Terkadang, Fachri masuk bersama sejumlah rekannya. Namun terkadang ia juga memasuki ruangan tersebut seorang diri.
"Menurut pengakuan dari pembantu rumah tangganya tersangka ini selalu masuk ke dalam kamar tersebut kadang-kadang ada orang kadang sendirian," kata Mardiaz.
Jadi apakah bisa dikatakan ini ruangan khusus untuk Fachri saat mengonsumsi narkoba?
"Nggak ada istilah ruang khusus (memakai narkoba) gak ada, kata Mardiaz.
Berdasarkan pengakuan Fachri pula, ia menggunakan ganja sejak 2015 lalu. Sementara sabu, ia mengaku menggunakan sejak setahun belakangan.
Namun pada saat pemeriksaan, ia mengakui terakhir barang haram tersebut satu bulan yang lalu. Namun hasil tes urin yang dilakukan polisi menunjukkan Fachri positif amfetamin dan methamfetamin.
Bedasarkan pemeriksaan, ia juga mengaku lupa dari siapa mendapatkan narkoba yang ia konsumsi.
"Sampai saat ini pengakuan tersangka namanya lupa mungkin masih ingin menutupi rekannya ya," kata Mardiaz.
Atas perbuatannya, pemain film Pengabdi Setan itu terancam dijerat 112 sub 111 UU Narkotika, dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara.


thumbnail

On 10.52 with No comments

Image result for roro fitria
Setelah Fachri Albar, beredar kabar jika artis seksi Roro Fitria pun terjerat narkoba.
Roro diringkus karena penyalahgunaan narkotika.
Roro dikabarkan masih diperiksa intensif di Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.
Roro diciduk polisi pada Rabu (14/2/2018), bertepatan dengan Hari Valentine.
Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono membenarkan penangkapan Roro Fitria.
"Iya bener. Nanti saja kita doorstop ya (di polda)," ujarnya saat dihubungi Tribunnews.com.
Pada hari yangs ama, Polres Metro Jaka Selatan meringkus Fachri Albar terkait kasus narkotika.
Polisi menemukan sabu, ganja, hingga dumolid di rumah Fachri di kawasan Cirendeu Tangerang Selatan.
Hingga berita ini diturunkan artis yang bernama lengkap Raden Roro Fitria Nur Utami ini belum dipastikan mengonsumsi narkoba jenis apa.


thumbnail

On 09.36 with No comments

Polda Jatim Bongkar Bisnis Tarian Striptis dan Hiburan Esek-Esek di Karaoke Doremi Kota Malang
Karaoke Doremi di Jl Trowulan, Lowokwaru, Kota Malang yang menyuguhkan tarian syur (striptis) dan layanan plus-plus di room karaoke, digerebek Unit III Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (22/12/2017) dini hari.
Polda
Plh Kabid Humas Polda Jatim AKBP Eko Hengky bersama Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Rama Samtama Putra saat rilis tarian striptis di Kota Malang yang digerebek Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (22/12/2017).
Ketika penggerebekan berlangsung, dipergoki dua wanita penghibur (purel) yang tengah menari bugil di room langsung dihentikan.
Situasi room yang saat itu lampunya temaram diiringi dentuman house music langsung dihentikan polisi.
Lampu room dinyalakan petugas dan terlihat CD pink, bra hitam dan baju yang dikenakan kedua purel ada di kursi.
Kedua purel itu masing-masing Siti Mariyana alias Merlyn (40) Gilang Permata Sari (27) keduanya asal Indramayu, Jawa Barat, yang semula telanjang bulat disuruh berpakaian.
Polisi saat masuk ke room yang dipakai ajang maksiat, pergoki seorang pasangan tengah hubungan badan dan satu lagi tengah menari bugil.
Ketika penggeledahan berlangsung, petugas yang dipimpin langsung Kasubdit IV AKBP Rama Samtama P menemukan kondom sebanyak empat buah dan satu sudah terpakai, dan uang Rp 2,250 juta.
Disinyalir, kondom yang baru terpakai itu usai dipakai di dalam room oleh tamu dan purel.
Barang bukti itu kini diamankan di Polda Jatim untuk kepentingan penyidikan.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo didampingi Kasubdit IV AKBP Rama Samtama P, menjelaskan dalam penggerebekan itu, penyidik menetapkan dua orang tersangka.
Yakni Aris (31) asal Cimahi, Jabar dan Nurhayati alias Ellis (40) asal Banyuwangi.
"Kedua orang ini bertindak sebagai mami dan papi. Keduanya bertanggung jawab menyediakan tempat untuk memudahkan tindak asusila," ujar AKBP Rama, Jumat (22/12/2017).
Tarian syahwat yang disuguhkan pada pelanggan Karaoke Doremi sudah berlangsung sekitar setahun lalu.
Hal itu terungkap, setelah penyidik Unit III Renakta memeriksa 17 purel yang bekerja di karaoke tersebut.
Ke-17 purel itu semuanya pernah melakukan tarian syur yang disuguhkan pada pelanggan yang ada.
Tarif untuk bisa menikmati tarian erotis dan layanan plus plus hanya cukup mengeluarkan kocek Rp 700.000 sampai Rp 1 juta.
"Itu sudah satu paket. Mami dan papinya mendapat bagian Rp 200.000 sampai Rp 300.000," jelasnya.
Untuk menarik perhatian konsumen, Karaoke Doremi mendatangkan purel dari berbagai daerah.
Mulai dari Malang, Surabaya, Jabar dan Jateng.
Untuk masuk ke karaoke tersebut, cewek harus memiliki wajah nilai 7 ke atas, karena untuk membuat betah tamu yang datang.
Bidikan terhadap Karaoke Doremi, menurut AKBP Rama Samtama sudah lama dilakukan.
Informasi yang ada itu, sudah sekitar sebulan lalu masuk ke polisi dan akhirnya diselidiki untuk membuktikannya.
Begitu digelar tarian striptis, polisi langsung bergerak menggerebek ajang seks.
Tersangka Aris dan Nurhayati saat ditanya terkait tarian telanjang dan layanan plus-plus di Karaoke Doremi, hanya menundukkan wajah.
Ia enggan bicara, hanya berjalan merunduk sembari dipapah petugas untuk kembali ke ruang penyidikan.
Penggerebekan serupa juga pernah dilakukan di Tulungagung dan Kediri.
Modusnya sama yakni menggelar tarian striptis dan layanan plus-plus di room karaoke.
Yang ditetapkan sebagai tersangka mami dan papinya saja, sementara purel yang menyuguhkan tarian syahwat dan layanan plus-plus hanya dijerat sebagai saksi.
POLRES KABUPATEN/KOTA sering tak berdaya menghadapi pusat maksiat di daerahnya. Justru tim Polda Jatim yang berani menggerebek pusat mesum berkedok karaoke keluarga. Ini 3 lokasi yang pernah diobok-obok Polda Jatim. #Tulungagung #Kediri #Malang
Para pemandu lagu yang dipertontonkan di website resmi Doremi Group.
Para pemandu lagu yang dipertontonkan di website resmi Doremi Group. (doremi group)


baca sumber
thumbnail

On 12.43 with No comments

Datang 10 Kali, Baru Bisa Beli Air Setan
Tidak sembarang orang bisa mendapatkan sabu-sabu cair (liquid) di Diskotek MGInternasional Club yang berlokasi di Jalan Tubagus Angke, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Sabu itu khusus untuk pemilik kartu member.
Namun untuk mendapatkan kartu member tidak mudah. Untuk jadi member, harus datang 10 kali ke diskotek MG lalu membayar Rp 600.000.
Barulah pengunjung bisa mendapatkan kartu member. Kartu itu pun hanya berlaku untuk 6 bulan. Jika mau memperpanjang harus bayar Rp 600.000 lagi.
"Hanya para member saja bisa mendapat sabu liquid atau cairan sabu tersebut. Penggunaan sabu liquid itu dengan cara dicampurkan ke minuman keras yang dijual di diskotek," kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Brigjen Pol Johny P Latupeirissa, Senin (18/12/2017).
Harga sabu cair itu lumayan juga. Pengunjung harus membayar Rp 400.000 untuk mendapatkan 330 militer sabu cair per botol.
Johny juga mengatakan, cairan tersebut diolah di diskotek MG, tepatnya di lantai dua dan empat.
Menurut Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Arman Depari, sabu liquid di diskotek MG biasa dijuluki 'air getar' atau 'air setan'.
"Sabu itu jenis methylenedioxyamphetamine (MDA). Bentuknya cair dan ditaruh dikemasan air mineral. Para pengunjung MG Internasional Club yang ingin mendapatkan sabu cair itu, ya wajib memiliki kartu member, wajib datang 10 kali ke diskotek itu, dan membayar Rp 400.000. Para pengunjung ini, akan mendapatkan cairan sabu itu sebanyak 330 mililiter per-botolnya di diskotek itu. Sebutannya, 'air getar' atau 'air setan'," kata Arman pada Senin (18/12/2017) kemarin.
Sekuriti khusus
Bukan hanya persya­ratannya yang khusus, pengawasan atas peredaran air setan itu juga khusus. Untuk mengawasi penjualan sabu cair, diskotek MG memakai beberapa sekuriti khusus.
Mereka, kata Johny P Latupeirissa, bertugas khusus untuk mengawasi pengujung yang mempunyai kartu member dan ingin mendapatkan cairan narkotika sabu liquid.
Pengawasan khusus itu juga untuk menjaga agar bisnis ilegal itu tidak terendus aparat.
"Sekuriti di diskotek tersebut lah yang mengawasi para pengunjung bermember itu, agar tak terendus oleh aparat penegak hukum," kata Johny.
"Sekuriti itu yang nantinya akan mengecek para pengunjung bermember, dan memberikan akses untuk bisa bertransaksi narkoba cair tersebut. Dengan sistem tersebut maka usaha haram mereka sulit untuk diendus petugas. Mereka punya sekuriti tujuannya bukan untuk mengamankan diskotek, tetapi mengamankan mereka punya operasi tersebut. Jadi manajemen memperkerjakan mereka untuk mengamankan transaksi cairan narkoba itu," tambah Johny.
Ia mengatakan, tidak semua pengunjung tahu adanya produksi sabu liquid yang telah diolah dan diproduksikan dari lantai dua dan empat gedung diskotek MG tersebut.
"Dengan adanya sistem member maka tak semua pengunjung ini bisa mendapatkan narkoba cair produksi mereka. Enggak bakalan tahu. Kecuali, ada yang mengajak mereka, yaitu orang yang punya member tersebut," tutur Johny.
Seperti diberitakan Warta Kota (18/12), BNN menggerebek diskotek MG International Club, Minggu (17/12/2017) pukul 04.00.
Selain berfungsi sebagai diskotek, tempat itu ternyata juga menjadi pabrik pengolahan sabu cair (liquid).
Petugas mendapati laboratorium dan bahan baku pembuat narkoba di lantai 2 dan 4 diskotek tersebut.
Sabu produksi diskotek itu dicampurkan ke dalam minuman air mineral dan disajikan untuk pengunjung.
Modus baru
Menurut Johny P Latupei­rissa, kasus narkoba cair yang ditemukan di diskotek MG merupakan model lama dengan modus baru.
"Kalau ditanya jenis atau barangnya, itu sudah ada. Nah, ini yang baru itu lebih tepatnya soal modus kemasan, karena dia pakai air mineral, itu beda dari lainnya," ucapnya.
Johny mengatakan, biasanya penggunaan narkoba cair dicampur atau dilarutkan dengan minuman ringan.
Sementara narkoba yang ditemukan di diskotek MG modusnya dilarutkan ke dalam air mineral. Ia mengatakan baru menemukan modus ini selama bekerja di BNNP DKI Jakarta.
"Dari hasil tes urine pengguna, kami temukan kandungan ya itu-itu juga karena kami temukan adanya metamfetamin yang merupakan zat pada sabu," ujarnya.
Ia mengaku kesulitan mendeteksi sabu cair yang dilarutkan dalam air mineral. Akibatnya, pihaknya juga sulit mendeteksi peredarannya.
"Modelnya menyerupai air mineral. Kami tidak bisa langsung main tindak, harus ada proses dan teknik untuk memastikan bahwa itu narkotika," kata Johny kepada Kompas.com.
Kota lain
Johny meyakini, peredaran sabu cair dengan melarutkan di dalam air mineral tidak hanya terjadi di Jakarta.
Namun, juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Contoh kemarin pil PCC kan (ditemukan) di Semarang, artinya bukan tidak mungkin sabu cair ini sudah beredar di kota besar lain, apalagi dengan modus seperti ini (air mineral)," ujarnya.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Sulistian­driatmoko juga meyakini adanya jaringan narkoba cair di kota-kota besar, tidak hanya di Jakarta.
"Si koki atau juri racik ini kan punya keahlian dalam meramu. Ddia pasti punya niat untuk mendapat keuntungan banyak," katanya.
Koki itu, lanjut dia, diduga juga melayani diskotek lain, tak hanya diskotek MG. Bisa saja koki itu juga mengedarkan narkoba cair ke perusahaan yang bekerja sama dengan diskotek MG atau jaringan lainnya.
"Karena logikanya, rugi sekali kalau dia punya keahlian seperti itu, tapi hanya jual (narkoba cair) di diskotek MG atau satu tempat saja kan," ucap Sulis.
Lima tersangka
Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, dalam penggerebekan Minggu pagi, terdapat 40 wanita dan 80 pria yang merupakan pengunjung dan karyawan MG, yang harus assessment oleh jajaran BNNP DKI Jakarta, karena telah terbukti positif narkoba.
Sebanyak 110 diantaranya sudah dipulangkan.
"Lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Antara lain FD selaku captain, DM selaku penghubung, WA selaku pengawas, FER selaku penyedia, dan MK sebagai kurir. Selain itu, saat ini penyidik sedang pemeriksaan yang secara bertahap kepada dua petugas security, dua bartender, dua room boy, dua waiters,dua kasir dan satu disjoki. Kami gerebek saat para pelaku tengah memasak (mengolah) cairan narkoba itu (sabu liquid)," paparnya.
Pihaknya saat ini tengah memburu dua orang yang diketahui sebagai pemilik dan koordinator pengelolaan produksi sabu cair itu.
"Pemilik serta penanggung jawab laboratorium ataupun pabrik sabu liquid di MG Internasional Club itu atas nama Agung Ashari alias Rudy (RU), dan Samsul Anwar alias Awank sebagai koordinator lapangannya, sudah masuk dalam Daftar Pencaharian Orang (DPO) kami," papar Arman.
Ditutup
Kepala Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta, Edy Junaedi, menyatakan diskotek MG Internasional Clubdipastikan ditutup permanen Senin (18/12).
"Iya akan ditutup permanen dan dicabut terkait izin usahanya," katanya Edy saat dikonfirmasi Warta Kota kemarin.
Penutupan itu, kata Edy, berdasar rekomendasi jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.
Dijelaskannya kembali, pihaknya juga akan melakukan pengecekan izin usaha untuk semua tempat hiburan malam di DKI Jakarta.
"Penutupan permanen rekomendasi dari pihak Disparbud DKI Jakarta. Kami, juga melakukan pengecekan izin usaha untuk seluruh diskotek yang ada di DKI Jakarta," ungkapnya.
Tunggu surat
Sedangkan Kasatpol PP Yani Wahyu Purwoko mengungkapkan bahwa saat ini diskotek MG masih dalam tahapan segel sementara karena masih menunggu surat dari pihak kepolisian dan juga BNN.
"Ini kan baru informasi dari media secara de facto ya. Ini kan baru informasi ya, tapi secara tertulis dari kepolisian dari BNN hasil penyidikan dan penyelidikan itu belum ada, belum sampai ke kami. Tapi kalau itu sudah sampai ke kami maka itu akan kami pastikan segel permanen dan akan dicabut TDUP-nya," ujar Yani Wahyu Purwoko saat ditemui awak media di Balai Kota, Senin (18/12/2017).
Yani pun mengkonfirmasi bahwa diskotek MG dipastikan akan disegel permanen dan juga akan ditutup mellihat dengan apa yang sudah diberitakan oleh media kemarin.
"Ya dipastikan itu pasti. Pasti itu lah. Tinggal tunggu surat dari kepolisian dan BNN saja," ujar Yani.
Cabut izin
Terpisah, Dinas Pena­naman Modal dan PTSP DKI Jakarta (DPMPTSP DKI) akan segera mencabut izin usaha diskotek MG.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI, Tinia Budiati, mengatakan sudah mengirim surat rekomendasi pencabutan izin usaha diskotek MG ke DPMPTSP DKI, Senin (18/12).
"Sudah saya kirim suratnya," kata Tinia kepada Wartakotalive.com, pagi ini.
Tinia mengatakan setelah menerima surat itu DPMPTSP DKI mesti segera mencabut izin usaha diskotek tersebut.
"Tidak ada ampun harus ditutup itu diskotek," ucap Tinia. 


thumbnail

On 12.26 with No comments

Gadis 14 tahun ini tengah tak sabar menanti usia kandungannya cukup untuk melahirkan.


Dia mengandung anak dari seseorang yang mestinya melindung serta menjaganya dengan sepenuh hati.
Ya, anak berusia 14 tahun sedang mengandung anak dari ayahnya sendiri.
Namun, fakta yang terkuak di pengadilan, orang tua gadis ini tak serta merta salah sepenuhnya.
Ada fakta lain yang membuat netizen lebih terpana dibanding keputusannyaa itu.
Pemberitaan soal kekerasan terhadap anak, apalagi hingga pencabulan acap kali menyita perhatian banyak orang.
Kekejaman pelaku sering kali menjadi bulan-bulanan oleh warga.
Tak terkecuali dengan Itzel.
Gadis berusia 14 tahun yang tinggal di Cile.
Dia dengan sengaj memposting fotonya yang sedang berbada dua di akun Facebooknya.
Itzel hanya ingin menunjukkan kepada teman-temannya bahwa dirinya sedang bahagian karena mengandung.
Tetapi, seperti dilansir dari wnews.world, unggahan tersebut justru berakhir memilukan.
Sebab, ternyata bayi yang dikandung Itzel berasal dari ayahnya sendiri.
Banyak komentar netizen mengecam, namun Itzel memilih mengabaikannya.
Dia menjawab semua komentar miring dengan mengaku merasa bahagia karena punya anak dari cinta dalam hidupnya yang tak lain ialah ayahnya. Anak itu dibesarkan ayahnya sendirian sepeninggal sang ibu.
wnews.world
wnews.world ()
Pengadilan setempat sudah memerintahkan agar Itzel dipisah dari sang ayah, namun mereka tetap tinggal bersama.
Nama pria tersebut tidak diungkap, namun dapat dipastikan gadis itu yang tak lain ialah anaknya, telah menggodanya.
Yang lebih mengejutkan, Itzel menceritakan kisah yang serupa dengan fakta.
Dipastikan keduanya mempertahankan hubungan konsensual.
Sesuatu yang membuat pihak berwenang hampir tidak bisa percaya.
Sementara itu, sang ayah dituduh melakukan tindak pelecehan anak dan tengah menunggu persidangan.
Dan Itzel yang tengah mengandung kini berada di bawah pengawasan pihak berwenang.

thumbnail

On 12.19 with No comments

Memang bila kita mendengar dari judul saja sudah merasa prihatin, kadang ada juga yang bertanya-tanya "kok bisa ya ada orang yang melampiaskan nafsu birahinya kepada sapi.
Tapi peristiwa tersebut memang adanya, dan benar-benar terjadi.

Image: Tribunnews.com

Seperti yang dilansir oleh luputan6.com (0705/2017), seorang bapak-bapak tengah asik indehoy dengan seekor sapi milik warga, padahal waktu kejadian masih disiang bolong. Laki-laki tersebut berusia 40 tahun namun namanya masih dirahasiakan karena tak ingin namanya disebutkan di media manapun.
Pada waktu itu banyak masyarakat yang melintas dan akhirnya mengamati laki-laki itu, karena tingkahnya yang mencurigakan.
Spontan saja warga yang telah mengetahui hal tersebut sontak langsung mengaraknya.
Setelah itu salah satu warga telah memanggil polisi dan mereka pun mengawasi laki-laki yang telah menyetubuhi sapi tersebut agar tidak kabur.
Bukan malu atau menyesali perbuatannya laki-laki itu malah terbahak-bahak dan mengacuhkan orang-orang yang ada disekitarnya.

 
Image: Pojoksatu.id

Dikutip dari pojoksatu.id, diketahui sapi itu milik salah seorang warga yang bernama Tong Kai Charoonprasitporn (65). Selang 30 menit kemudia polisi pun datang dan melakukan interogasi, terang saja laki-laki itu malah memberikan keterangan yang mencenangkan yaitu dia melakukan hal itu lantara tak mampu mengendalikan nafsu birahinya dan akhirnya sapi pun yang menjadi korban.
Laki-laki thailand itu juga sempat ingin melarikan diri dan bersembunyi didalam kamar mandi, tapi untunglah ada warga yang sigap dan lari untuk menangkapnya.
Salah seorang psikolog berkata bahwa berhubungan seks dengan binatang merupakan hal yang sangat menyimpang, biasanya peristiwa tersebut dilakukan oleh kalangan orang yang tidak dapat mengendalikan diri mereka sendiri.
Untung saja setelah mendapatkan pemeriksaan oleh polisi, ternyata sapi berwarna coklat itu tidak mengalami luka serius atau malah mungkin trauma berat hehe.